Rabu, 17 Mei 2017

Wujud Asli Alien


www.toto86.com. Selama ratusan tahun, manusia punya satu  pertanyaan: apakah sendirian di alam semesta? Adakah makhluk pintar lain yang menghuni planet di galaksi nun jauh di sana?

Rasa penasaran itu lantas mendorong manusia membuat paparan tentang alien, makhluk yang kerap digambarkan lebih maju dari manusia.

Tidak sedikit film fiksi ilmiah menggambarkan alien sebagai makhluk berkepala besar, berbadan kurus kering, punya warna hijau dan kulit yang terlihat agak berlendir.

Alien digambarkan tak bersahabat dengan manusia. Mereka datang dengan kendaraan serupa piring terbang dan selalu memicu keributan.

Sementara, drama Korea "My Love from the Star" mengambil foto alien sebagai Do Min Joon yang ganteng (diperankan oleh Kim Soo Hyun).

Do Min Joon bisa hidup ratusan tahun. Dia punya kekuatan super tetapi malas menolong manusia. Sebabnya: sekali ditolong, manusia menjadi tergantung, setiap saat minta.

Nah, seperti apa sebetulnya rupa alien? The beauty atau the beast? Atau, tak ada 1  pun imaji manusia yang tepat?

Matthew Wills dari University of Utah dalam tulisannya di The Conversation pada sembilan belas Agustus 2016 mengatakan, untuk membayangkan rupa alien, kuncinya adalah membayangkan proses evolusi di dunia alien.

Proses evolusi itu sungguh bergantung pada iklim, suhu, kadar oksigen, air, belerang, serta parameter fisik dan kimia lainya.

Di bumi, kehidupan diprediksi mulai ada sekitar 3,8 miliar tahun lalu. Makhluk hidup yang ada saat itu sangat sederhana. Materi genetiknya masih tersebar di sitoplasma, belum punya membran inti sel.

Perubahan kondisi geologi, fisik, dan kimia di bumi lah yang kemudian mengizinkan evolusi menjadi makhuk dengan membran inti, makhluk bersel banyak, dan pada akhirnya makhluk cerdas.

Wills yang adalah ahli evolusi paleobiologi menuturkan, evolusi jadi makhluk pandai tak diizinkan planet lain mungkin saja.

Makhluk bersel satu , jika ada, bakal stuck sebagai makhluk yang sama selama miliaran tahun. Dalam skenario lain, evolusi bisa terhambat hingga tingkat serangga.

Maka jangan langsung membayangkan makhluk mirip manusia kalau wajib membayangkan rupa alien Bisa saja itu mirip serangga.

 cabang ilmu yang mempelajari kehidupan di wilayah ekstrem, rupa alien dibayangkan bisa memberi petunjuk untuk.

Riset bidang itu menunjukkan, makhluk hidup bisa eksis dalam kondisi yang jauh berbeda dengan bayangan manusia, bisa sangat dingin atau panas.

Contohnya, kehidupan di Danau Vostok. Meski berada 3.700 meter di bawah lapisan es, danau itu punua 3.507 rangkaian RNA dan DNA, fragmen sel dan virus. Jadi, kehidupan ada di sana.

Contoh kedua di gua kristal Naica. Suhu di sana berkisar 45-65 derajat celcius dan level kelembaban mencapi lebih dari sembilan puluh sembilan persen. Tapi nyatanya, kehidupan ada.

Makhluk hidup di sana mendapatkan energi dengan kemosintesis, memanfaatkan kekayaan unsur belerang, bukan oksigen.

Baru-baru ini, ilmuwan juga menemukan jenis hewan lunak yang bersimbiosis dengan bakteri pemakan belerang. Simbiosis itu memungkinkan hewan tersebut bertahan hidup dengan kemampuan luar biasa: memakan gas!

Dunia dingin ekstrem, panas ekstrem, atau kadar belerang tinggi terdapat di mana pun di alam semesta. Bulan saturnus contohnya, punya kondisi mirip.

Banyak ilmuwan beranggapan, unsur yang terpenting dikenal sebagai air. Jadi, saat ada air berbentuk cair, maka kehidupan mungkin ada.

 Titan dan Enceladus, adanya makhluk hidup dipungkinkan oleh diduga sebagai wilayah yang.

Tapi, ada masalah dalam riset astrobiologi. Sejauh ini, tak ada 1  pun penemuan makhluk cerdas dari bidang itu. Temuan hewan lunak yang disebut cacing perahu tersebut telah paling "pol".

astrofisikawan-astrofisikawan pun menduga, jika pun ada, kehidupan di luar bumi mungkin ada dalam bentuk paling simpel, mikroba.

Jadi, kita tidak bisa membayangkan alien sebagai makhluk hijau berkepala gede ataupun Do Min Joon. Rupa alien yang sebenarnya mungkin mesti diintip dengan mikroskop.

Tetapi, bisa saja memang ada makhluk pintar di luar sana. Ilmuwan pun tak patah semangat. Sejumlah proyek berupaya mencarinya.

Search for Extraterrestrial Itelligence (SETI) yang dirancang Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika perkumpulan (NASA) dikenal sebagai salah satunya.

Tetapi, hasil belum dibuahkan oleh sejauh ini proyek. Setelah dikonfirmasi ternyata cuma, ada sinyal yang diduga dari alien namun

Alien bisa ditemukan oleh sejumlah ilmuwan juga menguraikan alasan kenapa manusia belum. Douglas Vakoch, presiden METI (Messaging Extra-terrestrial Intelligence), mengatakan, manusia belum bisa menemukan alien karena taraf bahasanya berbeda.

Sinyal-sinyal ditujukan untuk makhluk extra-terrestrial (ET) sekarang terlalu simpel. Seperti apa sesungguhnya kita mau tampil di hadapan mereka ditentukan manusia harus.

Sementara, fisikawan Brian Cox punya kabar buruk. Alien belum bisa ditemukan sebab mereka mungkin sudah "bunuh diri".

Berharap menemukan alien, manusia sesungguhnya harus siap berhadapan dengan dua  kondisi. Alien bisa jadi sahabat ataupun lawan. Manusia wajib siap. www.toto86.com

0 komentar:

Posting Komentar